header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions
EDITORIAL4
Masmimar Mangiang

Masmimar Mangiang

Masmimar Mangiang (lahir tahun 1949) adalah wartawan senior, ahli ilmu komunikasi dan kini mengajar pada Jurusan Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia dan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) sejak tahun 1989. Sebagai wartawan, dia pernah menjadi pemimpin redaksi harian ekonomi Neraca, dan sebelumnya, pernah menjadi wartawan untuk beberapa media, di antaranya Majalah Tempo, Harian Kami, Harian Pedoman, dan Majalah Fokus, serta menjadi redaktur pelaksana Jurnal Prisma pada akhir 1980an. Dia juga telah menulis dan menyunting banyak buku sejak 1972.

Website URL:

Begal yang Masuk Strong Area

Jika aneka berita dalam media massa diibaratkan sebagai pemain teater, maka laporan tentang perampokan sepeda motor berikut kekerasannya adalah aktor yang oleh skenario kini hendak ditempatkan di dalam strong area, bagian panggung pertunjukan yang paling kuat merebut perhatian penonton.

Kau yang Berjanji ...

KETEGANGAN antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak akan terjadi jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mengajukan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri kepada DPR, 9 Januari 2015 lalu.

Kesalahan Ketiga

HANYA ada dua kesalahan dalam jurnalisme. Pertama, mengungkapkan keadaan tidak sesuai fakta. Kedua, melanggar hukum. Pelanggaran etika berada di luar itu, dalam wilayah abu-abu yang bersifat relatif. Etika bergantung pada penghayatan untuk norma yang menjadi konsensus masyarakat. Ia tidak mengenal sanksi, kecuali teguran dan cela. Karena itulah semua hal yang menyangkut kepatutan dalam jurnalisme menjadi topik yang senantiasa diwarnai tarik-ulur dalam berpendapat.

Rapuh yang Menjadi Lapuk

KITA lebih suka membuat anak-anak Indonesia mengenal bangsa dan negeri asing, lewat pertukaran pelajar atau mahasiswa, misalnya, tetapi tidak merasa perlu membuat mereka mengenal Indonesia yang bukan kampung halaman dan bukan masyarakat tempat mereka dibesarkan. Tidak pernah ada kelompok pelajar Jawa Barat dititipkan dan menetap--boleh jadi selama enam bulan--di Sumba, atau pelajar Ambon dititipkan dan tinggal sementara waktu di Banten.

Subscribe to this RSS feed

Galeri Editorial