header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions

Mereka Membunuh, Mereka Terhormat | Dimensi Budaya Negara dan Hukuman Mati

KEHIDUPAN, kematian,  dan kehormatan adalah tiga ihwal hakiki yang saling terkait. Ketiganya saling mengait dalam pola yang berbeda-beda–sesuai dimensi waktu dan ruang. Dalam normalitas kehidupan keseharian, mereka yang meninggal dunia akan kita hormati dalam suatu upacara pemakaman, lalu kita peringati dan kenang masa hidupnya.

Kasus Charlie Hebdo: Ulah Migran di Negeri Voltaire

SI penjaga pompa bensin asal Aljazair di desa Villers-Cotteretsdekat bandara Charles de Gaulle itu ogah banget diwawancarai koran Le Parisien. “Aku tak tahu, aku tak peduli ulah mereka,” tukasnya tentang teroris-teroris yang membantai sepuluh redaktur dan dua agen polisi pada mingguan satire Charlie Hebdo. Lalu, dengan nada keras, dia mengumpat: “Dua belas mati?! Anda tahu berapa ribu orang mati setiap hari di Lybia, berapa ratus ribu di Suriah dan entah berapa lagi di tempat lain.”

Aceh Pasca-Tsunami - Sebuah “Kapal Oleng”

PIDIE 2006. Di lahan perkebunannya yang luas di Gampong Lampoh Awe, tokoh itu berdiri memandang ke arah Selat Malaka. Saya ingat betul kata-katanya: “Ada ombak dari depan, ada angin dari samping, ada ribut di belakang. Kapten yang benar nggak perlu tahu omongan protes dan sebagainya. Nggak ada demokrasi di laut. Kapten punya hak, dua kali lagi ribut, tolak dia ke laut. Itu hukum dari Nabi Nuh. Kita jalan terus, kalau dia masih selamat kita ambil. GAM seperti kapal yang harus tetap menuju tujuan.”