header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions
EDITORIAL4

Personalitas Politik Mahathir Mohamad

  • Written by AK
  • Published in Editorial

TERSOHOR sebagai Perdana Menteri Malaysia selama kurun waktu 1981-2003 serta berafiliasi dengan the ruling party, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Mahathir Mohamad berperan signifikan meletakkan dasar-dasar kemajuan Malaysia sebagai sebuah negara modern, hingga kemudian Malaysia diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara. Perdana menteri berikutnya merupakan penerus peta jalan kemajuan Malaysia yang sebelumnya telah diletakkan Mahathir Mohamad. Namun, pada 2008, Mahathir Mohamad keluar dari UMNO, sebagai protes terhadap opsi politik anti-demokrasi perdana menteri yang tengah berkuasa saat itu, yakni Abdullah Ahmad Badawi. Mahathir kembali bergabung dengan UMNO pada 2009, setelah Perdana Menteri Malaysia dijabat Najib Razak. Pada pengujung Februari 2016, Mahathir kembali keluar dari UMNO setelah kian terkuak bukti bahwa Perdana Menteri Najib Razak terlibat kasus korupsi. 

Substansi paling menarik dari personalitas politik Mahathir Mohamad adalah konsisten merawat keberadaan UMNO. Dalam perjalanan sejarah sejak Malaysia merdeka, UMNO tak pernah sepi dari krisis. Sungguh pun demikian, dalam perspektif Mahathir, UMNO merupakan kekuatan penentu perjalanan politik Malaysia lantaran menyatukan seluruh elemen nasional Melayu sebagai sebuah  bangsa. Dalam kedudukannya sebagai barisan nasional, UMNO adalah institusi yang mengukuhkan makna ke-Malaysia-an dalam konteks mutakhir perkembangan zaman. Pembangunan nasional dengan melihat ke timur, bukan ke barat, menurut Mahathir hanya mungkin dilakukan Malaysia melalui pengerahan segenap potensi nasional di bawah kanopi besar UMNO.

Personalitas politik Mahathir Mohamad memang berkelindan dengan keberadaan UMNO. Ada semacam keyakinan dalam diri Mahathir bahwa partai politik merupakan pelopor kemajuan bangsa Malaysia, dengan UMNO sebagai perwujudan konkretnya. Melalui UMNO, prakarsa individu-individu untuk memajukan Malaysia terwadahi secara politik; UMNO merupakan partai besar yang tak pernah putus berkuasa di Malaysia. Karena itu pula logis jika UMNO dirawat keberadaannya agar terus konsisten memajukan Malaysia.

Latar belakang hengkangnya Mahathir Mohamad dari UMNO kini adalah tergerusnya jati diri UMNO. Kasus korupsi yang menerpa Perdana Menteri Najib Razak tertutupi oleh dukungan politik UMNO, sehingga UMNO terposisikan sebagai pendukung rezim korup. Sejumlah tokoh yang berupaya kritis menelisik aksi korup Perdana Menteri Razak satu per satu tersingkir dari UMNO. Praktis, UMNO dikomando oleh tokoh-tokoh yang membiarkan aksi korup Perdana Menteri Razak. Fakta itu dibaca Mahathir Mohamad sebagai kelancungan sikap, karena  menjadikan UMNO bungker perlindungan politikus korup.

Isu korupsi Perdana Menteri Najib Razak sebenarnya telah berhembus kencang sejak Juli 2015. Publik Malaysia menyebut isu korupsi itu sebagai “Skandal 1 Malaysia Development Berhad” (1MDB). Audit atas utang-utang besar 1MDB menemukan fakta bahwa telah terjadi aliran dana ke rekening pribadi Najib Razak sebesar US$ 700 juta–angka yang sungguh fantastis. Najib Razak membantah adanya aliran dana itu, tetapi publik Malaysia tak memercayai bantahan sang perdana menteri. Dalam konteks itu, personalitas politik Mahathir Mohamad sejalan dengan sikap publik Malaysia.

Dalam laman blog pribadinya, Mahathir Mohamad membeberkan 18 masalah mendasar yang dihadapi Malaysia dalam hubungannya dengan korupsi. Kekuasaan politik di Malaysia tak pernah sepenuhnya bebas dari jerat korupsi. Namun demikian, ada upaya saksama sejak era kemerdekaan memperkecil skala korupsi agar tak menelusup jauh ke tubuh pemerintahan di berbagai lini. Konsistensi sikap untuk terus memperkecil korupsi itu merupakan metode yang memungkinkan kompleksitas pemerintahan di Malaysia pada akhirnya benar-benar terbebas dari sengkarut korupsi. Penciutan skala korupsi itu terus berlangsung hingga hari ini, namun kemudian dirusak oleh pencuatan megaskandal korupsi Perdana Menteri Najib Razak.

Dalam lanskap politik Malaysia kontemporer, mundurnya Mahathir Mohamad dari UMNO sesungguhnya berdimensi temporer belaka. Bagaimanapun juga, pesohor politik berusia 90 tahun itu adalah pencinta sejati UMNO. Idealitas yang terbentuk dalam kesadaran dirinya hanyalah: UMNO terbebas dari anasir-anasir korupsi agar konsisten mengawal kemajuan Malaysia hingga ke masa depan yang jauh. Dengan demikian, mundurnya Mahathir Mohamad dari UMNO sepenuhnya dimaksudkan untuk memberikan tekanan moral sangat kuat agar Najib Razak mundur dari jabatan perdana menteri serta mempertanggungjawabkan skandal korupsinya. Jika badai korupsi itu kelak reda, maka hampir bisa dipastikan Mahathir Mohamad kembali ke pangkuan UMNO.

Pelajaran politik dari Mahathir Mohamad lantas mengait dengan pembebasan korupsi pada dua aras sekaligus: pucuk pemerintahan dan partai berkuasa. [AK] ***

Write a comment...
awesome comments!

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Galeri Editorial