header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions

Investasi Asing dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

  1. Tingkat investasi di suatu daerah di Indonesia belum tentu berdampak terhadap tingkat pertumbuhan daerah bersangkutan. Grafik Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Investasi Asing (Realisasi) 2013 memperlihatkan bahwa sebagian besar investasi asing di daerah tidak berdampak terhadap kenaikan pertumbuhan. Sebagai contoh tingkat investasi di Provinsi Banten tercatat paling tinggi, namun tingkat pertumbuhannya berada di urutan kedelapan.

    Pertumbuhan Ekonomi Daerah - 1
  2. Akibatnya, tingkat pertumbuhan sebagian besar daerah di Indonesia tidak berubah secara signifikan, kecuali 5 daerah (warna biru) pada Grafik Tingkat Pertumbuhan Domestik Regional Bruto Tahun 2014 menunjukkan tingkat pertumbuhan tertinggi. Padahal, pada periode sebelumnya, daerah-daerah tersebut tidak memiliki nilai investasi asing yang besar. Sementara daerah-daerah yang berlimpah sumber daya alam (warna meerah) secara berurutan menempati posisi terbawah. Ada yang meyakini bahwa hal tersebut terjadi akibat penurunan harga produk bahan mentah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pertumbuhan Ekonomi Daerah - 2
  3. Argumen tersebut mungkin saja benar. Namun, Grafik Produk Domestik Regional Bruto 2013 menunjukkan bahwa penurunan harga komoditas internasional dan nilai tukar tidak terlalu memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah, karena sebagian besar daerah yang tingkat pertumbuhannya rendah pada 2014 memang sudah rendah pada tahun sebelumnya (2013), sedangkan daerah yang pertumbuhannya  pada 2013 terlihat  tinggi akan tetap tinggi pada tahun berikutnya, kecuali Papua. 

    Pertumbuhan Ekonomi Daerah - 3
  4. Hal itu tentu berdampak terhadap pendapatan disposabel rumah tangga sesuai dengan komposisinya, sebagaimana dijelaskan pada tabel di bawah ini. 

    Pertumbuhan Ekonomi Daerah - 4
Write a comment...
awesome comments!
Fachru N Bakarudin

Menyelesaikan pendidikan S1 di Departemen Filsafat Universitas Indonesia dan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, S2 di Université Paris 10 Nanterre dan Ph.D di Maison des Sciences Economiques, Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne dengan judul disertasi “Proses Pembangunan dan Industrialisasi di Indonesia dan Perbandingannya dengan Cina dan India Periode 1945-2013”. Meraih penghargaan sebagai best dissertation dari AFIDES (Association Franco-Indonésien pour les Dévéloppement des Sciences) tahun 2013.

Pernah bekerja sebagai ekonom untuk kawasan Asia di OECD Development Centre, Paris, Prancis. Makalah diterima dan Narasumber dalam berbagai konferensi dan seminar internasional seperti African Program for Rethinking Development Economics, 55Bandung55 Conference, International Initiatives for Promoting Political Economy, International Input-Output Associations Conference, Energy Economics International Conference dan Indonesian Conference on Economic Development.

Buku yang sudah dipublikasikan: Pendekatan Ekonomi Heterodox. Publikasi internasional yang sudah diterbitkan: “Changement Politique Economique Institutionnel en Indonésie Période 1945-2013” (Marché et Organisation). Beberapa karya ilmiah yang akan dipublikasikan: “Profit Rate Analysis in Indonesia, China and India,” “Growth Regime Analysis in Indonesia, China and India,” “Liberalization and Its Impact on Structural Changes in Indonesia, China and India,” “Connectivity Analysis in Indonesia, China and India,” “Industrialization and Energy Savings Behaviour,” dan “Industrialization and Emissions Increase in Indonesia, China and India.”