header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions

Selebar Apakah Keterbukaan Ekonomi Indonesia?

  1. Indeks keterbukaan atau openness index menjelaskan besaran keterbukaan ekonomi suatu negara dengan menggunakan indikator perdagangan. Grafik “Indeks Keterbukaan Ekonomi: Indonesia, China dan India” menunjukkan perbandingan keterbukaan ekonomi antara ketiga negara tersebut. Grafik tersebut memperlihatkan bahwa rata-rata per periode, tingkat keterbukaan ekonomi Indonesia paling tinggi dibandingkan dengan China dan India. Indeks keterbukaan-01
  2. Dibandingkan dengan Amerika Serikat, tingkat keterbukaan ekonomi Indonesia juga jauh lebih tinggi. Bahkan, Grafik “Indeks Keterbukaan Ekonomi: Indonesia dan Amerika Serikat” memperlihatkan bahwa kesenjangan antara Indonesia dan Amerika Serikat amat sangat besar. Padahal, negeri Paman Sam itu dikenal dengan anti-proteksionisme, tetapi tingkat keterbukaannya justru sangat kecil. Indeks keterbukaan-02
  3. Dibandingkan dengan beberapa negara maju lainnya, seperti Zona Euro, tingkat keterbukaan ekonomi Indonesia juga paling besar sebagaimana ditunjukkan oleh Grafik “Indeks Keterbukaan Ekonomi: Indonesia dan Area Euro.” Indeks keterbukaan-03
  4. Terakhir, Grafik “Indeks Keterbukaan Ekonomi: Zona Euro dan Amerika Serikat” menjelaskan bahwa untuk menjadi negara maju tidak mesti dengan membuka pintu ekonomi lebar-lebar, karena tidak ada hubungannya antara kemajuan dan keterbukaan ekonomi atau, kalaupun ada, relatif kecil. Grafik itu menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan negara maju tidaklah terlalu tinggi. Indeks keterbukaan-04
Write a comment...
awesome comments!
Fachru N Bakarudin

Menyelesaikan pendidikan S1 di Departemen Filsafat Universitas Indonesia dan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, S2 di Université Paris 10 Nanterre dan Ph.D di Maison des Sciences Economiques, Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne dengan judul disertasi “Proses Pembangunan dan Industrialisasi di Indonesia dan Perbandingannya dengan Cina dan India Periode 1945-2013”. Meraih penghargaan sebagai best dissertation dari AFIDES (Association Franco-Indonésien pour les Dévéloppement des Sciences) tahun 2013.

Pernah bekerja sebagai ekonom untuk kawasan Asia di OECD Development Centre, Paris, Prancis. Makalah diterima dan Narasumber dalam berbagai konferensi dan seminar internasional seperti African Program for Rethinking Development Economics, 55Bandung55 Conference, International Initiatives for Promoting Political Economy, International Input-Output Associations Conference, Energy Economics International Conference dan Indonesian Conference on Economic Development.

Buku yang sudah dipublikasikan: Pendekatan Ekonomi Heterodox. Publikasi internasional yang sudah diterbitkan: “Changement Politique Economique Institutionnel en Indonésie Période 1945-2013” (Marché et Organisation). Beberapa karya ilmiah yang akan dipublikasikan: “Profit Rate Analysis in Indonesia, China and India,” “Growth Regime Analysis in Indonesia, China and India,” “Liberalization and Its Impact on Structural Changes in Indonesia, China and India,” “Connectivity Analysis in Indonesia, China and India,” “Industrialization and Energy Savings Behaviour,” dan “Industrialization and Emissions Increase in Indonesia, China and India.”