header0
Knowledge Resources | Strategic Solutions
EDITORIAL4

Relawan Politik

BANYAK pihak mengakui bahwa kelompok-kelompok relawan memberi kontribusi sangat besar atas terpilihnya pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI dalam Pilpres 2014. Kontribusi para relawan mulai dari proses pencalonan, kampanye pemenangan hingga pelaksanaan penghitungan suara, termasuk dalam sidang gugatan di MK dengan aktif mencari bukti-bukti. Bahkan saat pelantikan, kelompok relawan membuat kegiatan pesta rakyat di sejumlah kota untuk merayakan resminya Jokowi sebagai Presiden. Tidak ada pelantikan presiden yang hiruk-pikuk seperti saat ini.

Besarnya dukungan para relawan terhadap Jokowi-JK konon dilatarbelakangi kesamaan agenda (politik), yakni pembangunan yang pro-rakyat. Sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan atas kontribusi relawan, Jokowi menyertakan mereka sebagai Kelompok Kerja dalam transisi pemerintahan. Selain itu, relawan diminta terus berperan dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Hal ini menunjukan bahwa secara tidak langsung Presiden Jokowi (1) memberi posisi dan akses politik kepada kelompok relawan dan (2) menempatkan kelompok relawan sebagai penopang kekuasaannya.  

Istilah relawan (volunteer) mulai dikembangkan pada 1755 oleh seorang Perancis M Fr Voluntaire ketika memberi pelayanan kepada tentara yang sedang berperang. Tugasnya adalah mengabdi secara ikhlas terkait kegiatan altruistik untuk mendorong, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas kehidupan di bidang sosial-budaya-ekonomi. Relawan hadir membantu tidak dilandasi motif mencari keuntungan ekonomi dan posisi politik, namun lebih berupa kepedulian, komitmen, serta tanggung jawab bagi upaya memperbaiki kondisi yang ada. Relawan biasanya bekerja dengan tenggat terbatas, bertumpu pada network serta tidak tergantung pada organisasi dan komando maupun dukungan pihak lain (baca: sponsor).

Dengan esensi tersebut, peran dan tugas para relawan pendukung Jokowi seharusnya usai seiring dengan terpilihnya Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019. Tugas berikutnya adalah melihat sejauh mana Presiden Jokowi menjalankan kebijakan dan program pembangunan sesuai dengan komitmennya. Prinsip relawan yang independen secara politik kurang tepat jika diterjemahkan dalam bentuk peran aktif mengusulkan struktur dan personel kabinet hingga mengawal dan menjaga pemerintahan. Relawan tidak diperlukan lagi bila pemerintahan Jokowi menjalankan tugas dengan baik. Sebaliknya, relawan mutlak dituntut bersikap kritis dan menjadi oposisi bila Presiden Jokowi tidak menjalankan pemerintahan dengan baik, melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan.  

Peran (aktif) relawan politik pasca-pilpres memang bisa memunculkan beragam tafsir terhadap keberadaannya. Para relawan dapat dituding bahwa “berlanjutnya” peran mereka sekadar alat atau media untuk memasukkan kepentingan dan agenda politik tertentu. Seolah-olah menjadi relawan merupakan jalur cepat dan jalan pintas untuk memperoleh posisi atau jabatan politik dalam pemerintahan. Karena itu, penting untuk dihindari bahwa relawan politik pada dasarnya bekerja hanya untuk mencari kekuasaan. Jika hal ini terjadi, maka publik akan menilai relawan politik tidak jauh berbeda dibanding partai politik. Perbedaannya, relawan tampak “malu-malu” dan mampu menyembunyikan kepentingan politik yang disandangnya

Write a comment...
awesome comments!
Suhardi Suryadi

Suhardi Suryadi lahir di Surabaya 29 September 1961. Pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Wiraswata (1986). Ikut Program Development Management di AlM Manila (1994) dan Natural Resource Management di East West Centre Hawaii (1996). Sekarang bekerja sebagai Direktur Program Prisma Resource Centre. Sebelumnya sebagai Direktur LP3ES (2005-2010). Pernah aktif menulis artikel di Harian Kompas, Sindo dan Jakarta Post.

3 comments

  • julmansyah
    julmansyah Jumat, 24 Oktober 2014 18:09 Comment Link

    Mantap ulasannya

  • Rachmat rahmadyan
    Rachmat rahmadyan Jumat, 24 Oktober 2014 13:39 Comment Link

    Berarti dalam kata lain relawan yg memiliki keingin dalam sebuah tidakan nya bisa dibilang dengan orang yg memanfaatkan sesuatu

  • Indra Hani Dinata
    Indra Hani Dinata Jumat, 24 Oktober 2014 13:00 Comment Link

    Saya sangat setuju dengan tulisan Pak Suhardi. Memang, banyak sekali orang yang ikhlas untuk menjadi relawan yang mendukung Jokowi, namun orang-orang yang menggerakan relawan-relawan tersebut diharapkan untuk menghindari rasa ingin memiliki jabatan dalam pemerintahan dengan menggunakan jalan sebagai relawan aktif yang mendukung salah satu pihak. Jika itu terjadi, relawan tidak akan berbeda jauh fungsinya dengan partai pendukung.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Galeri Editorial